• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

Kita Punya Cerita..

Tak hanya ilmiah, tapi juga populer..

Astronom Temukan Sistem Bintang Unik Yang Mirip Permainan Bilyar

LONDON (Berita SuaraMedia) - Para ahli astronomi menemukan sebuah sistem perbintangan tak lazim, Sistem bintang ini menyerupai bola sodok atau bilyar.

Para ahli dari Warwick University dan Shefield University menjadi bagian dari konsorsium internasional yang memainkan peran penting dalam menemukan sistem perbintangan tersebut. Demikian seperti yang diberitakan Telegraph. 

Tim menemukan sistem ini melalui observasi dan analisa dari data kamera ilmuwan Inggris, ULTRACAM.

Sistem perbintangan yang baru ditemukan tersebut disebut sebagai NN Serpentis, yang berjarak 1.670 tahun cahaya dari Bumi.
NN Serpentis sebenarnya adalah sebuah sistem perbintangan yang terdiri dari dua bintang, bintang kecil merah dan bintang kecil putih, yang mana saling mengorbit satu sama lain secara berdekatan.

Posisi Bumi sejajar dengan sistem planet tersebut, jadi para ahli astronomi bisa melihat kedua bintang tersebut setiap 187 menit.

Para ahli astronomi ini bisa menggunakan gerhana-gerhana dari kedua bintang tersebut untuk menandai sebuah pola yang tidak teratur dari kedua itu dan bisa mendemonstrasikan bahwa pola tersebut terjadi karena adanya pengaruh gravitasi dari dua planet gas raksasa yang mengorbit kedua bintang tersebut.

Profesor Tom Marsh dari Department of Physics, University of Warwick mengatakan bahwa dua planet gas raksasa tersebut memiliki massa yang berbeda tapi mungkin secara kasar mereka memiliki ukuran yang sama satu dengan yang lain, dan faktanya mungkin juga ukuran planet tersebut sama dengan ukuran bintang merah kecil tempat mereka mengorbit.

"Jika mereka mengikuti pola yang kita lihat di sistem perbintangan dengan dominasi warna kuning dan biru maka susah dihindari imej dari sistem perbintangan ini seperti sebuah permainan biliar raksasa, dengan bola merah, bola dengan dua warna, dan bola putih," ujar Marsh.

Profesor Vik Dhillon dari University of Sheffield mengatakan jika planet-planet ini lahir bersamaan dengan bintang induk mereka maka planet-planet tersebut pasti selamat dari peristiwa jutaan tahun yang lalu, dimana bintang intinya mengembang menjadi bintang merah, menyebabkan bintang satu lagi mendekat dengan jarak yang sangat tipis, juga menyebabkan kekacauan dari sistem orbit planet-planet nya. 

Hasil penelitian ini sepenuhnya diterbitkan di jurnal Astronomy and Astrophysics.(ar/ok/inl)
Sumber: www.suaramedia.com
Read More 0 comments | Posted by verborheden edit post

0 comments



Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Color Paper

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Dede Semiawan

    Karena kata tak selalu dapat terucap..

    Powered by Blogger.

    Blogroll

    • Ayaruka's Blog
    • http://arkeologi.web.id
    • CIA 89

    Let's Chat..


    ShoutMix chat widget

    Let's Search...

    Pages

    • Home

    Labels

    • arkeologi (8)
    • astronomi (4)
    • candi (2)
    • misteri (5)
    • review (1)

    Popular Posts

    • Dunzagi, Tambang Garam Tertua
      Garam adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. tapi tahukan kalian sejak kapan garam mulai menjadi b...
    • Temuan Otak Berusia 2.500 tahun
      Dalam dunia arkeologi, penemuan sebuah kerangka dalam sebuah penggalian atau ekskavasimerupakan hal yang biasa, namun kali ini sebuah tim ar...
    • Misteri Candi Muara Takus yang Masih Terputus
      Batu bata putih setinggi kira-kira 60cm dari permukaan tanah mengelilingi gugusan candi Muara Takus. Arsitektur bangunan candi dalam genre B...
    • Candi Pari
        Majapahit banyak meninggalkan tempat-tempat suci, sisa-sisa sarana ritual keagamaan masa itu. Bangunan-bangunan suci ini dikenal dengan n...
    • Misteri Kematian Astronom Abad 16 Diselidiki
      VIVAnews -  Kuburan astronom terkenal asal Denmark dari abad 16, Tycho Brahe, digali kembali oleh para peneliti untuk memecahkan misteri ke...
    • Book review: Pompeii: The Life of a Roman Town by Mary Beard
      By   Pam Norfolk   Published on Wed Nov 17 21:17:31 GMT 2010 There have always been two versions of...
    • Astronom Temukan Sistem Bintang Unik Yang Mirip Permainan Bilyar
      LONDON (Berita SuaraMedia) - Para ahli astronomi menemukan sebuah sistem perbintangan tak lazim, Sistem bintang ini menyerupai bola sodok at...
    • Planet Mirip Bumi Berukuran 2,7 Kali Lebih Besar, Planet GJ 1214b
      VIVAnews  - Tim astronom Amerika Serikat (AS) menemukan sebuah planet mirip Bumi di sistem tata surya lain. Planet itu lebih besar dari Bumi...
    • “Archaeoastronomy”: Cara Baru Menentukan Umur Bangunan Purbakala
      Oleh: Eadhiey Laksito Hapsoro Arkeolog UI, bergerak di bidang TI Archaeoastronomy adalah ilmu yang mempelajari astronomi masa lalu melalui ...

    Followers

    Blog Archive

    • ► 2011 (1)
      • ► March (1)
    • ▼ 2010 (13)
      • ► December (1)
      • ▼ November (12)
        • Book review: Pompeii: The Life of a Roman Town by ...
        • Ball bearings used to build Stonehenge says expert
        • Planet Mirip Bumi Berukuran 2,7 Kali Lebih Besar, ...
        • Misteri Kematian Astronom Abad 16 Diselidiki
        • Saqqara Bird, Pesawat Mesir Kuno..?
        • “Archaeoastronomy”: Cara Baru Menentukan Umur Bang...
        • Astronom Temukan Galaksi Purba Tersembunyi di Luar...
        • Astronom Temukan Sistem Bintang Unik Yang Mirip Pe...
        • Keris, Senjata Melawan Diri
        • Misteri Hujan dan Penampakan di Papandayan dan Can...
        • Misteri Candi Muara Takus yang Masih Terputus
        • Candi Pari

    About this blog

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Dede Semiawan. All rights reserved.
    Blogger Layout | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Studio House Design

    Back to Top